Infrastruktur gas berupa SPBG dan jargas untuk rumah tangga di Balikpapan

BALIKPAPAN – Infrastruktur gas berupa SPBG dan  jargas untuk rumah tangga di Balikpapan, Kalimantan Timur yang merupakan penugasan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) hari ini diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Fasilitas SPBG terdiri dari SPBG Mother Station Rapak Balikpapan yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Rapak Balikpapan, SPBG Daughter Station Balikpapan di Jl. Iswahyudi, Balikpapan, dan SPBG Daughter Station Balikpapan di Jl. Pattimura, Balikpapan. SPBG Mother Station Rapak Balikpapan berkapasitas 1 mmscfd dengan sumber gas dari Chevron Indonesia Company, sedangkan dua SPBG Daughter Station masing-masing berkapasitas 0,5 mmscfd yang bersumber dari Mother Station Rapak Balikpapan.

SPBG tersebut merupakan tiga dari 56 SPBG penugasan dari pemerintah kepada Pertamina. Adapun anggaran yang terserap untuk pembangunan tiga SPBG di Balikpapan sekitar Rp103,5 miliar.

Adapun jaringan gas rumah tangga yang dilakukan ground breaking berupa jaringan gas kota di Balikpapan untuk 3.849 sambungan rumah tangga dengan alokasi gas 0,5 mmscfd dari Chevron Indonesia Company. Adapun anggaran pembangunan menggunakan APBN 2015 dan 2016 dengan total sekitar Rp52,2 miliar.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan pemerintah sangat serius dalam upaya penyediaan sumber energi bersih dan murah kepada masyarakat. Langkah yang ditempuh pemerintah adalah membangun infrastruktur gas bumi sebanyak-banyaknya untuk menfasilitasi pemenuhan kebutuhan gas bumi di masyarakat, utamanya di sektor transportasi dan rumah tangga.

“Pembangunan SPBG dan Jargas di Balikpapan dan Jargas untuk Bulungan adalah bagian dari komitmen serius pemerintah untuk penyediaan gas bumi kepada masyarakat. Pemerintah telah menugaskan BUMN untuk pembangunan infrastruktur gas bumi, baik SPBG maupun jaringan gas rumah tangga atau city gas. Untuk Pertamina, sejauh ini pemerintah telah menugaskan sebanyak 56 SPBG dan 89.232 sambungan gas rumah tangga,” kata Sudirman.

Pertamina mendapatkan penugasan untuk pembangunan SPBG sebanyak 56 unit yang tersebar di DKI Jakarta dan 21 kabupaten/kota lainnya. Dari penugasan tersebut, 14 unit telah beroperasi, 40 unit siap beroperasi dan 2 unit dalam tahap pembangunan.

Adapun jaringan gas rumah tangga penugasan kepada Pertamina saat ini 18.976 sambungan rumah tangga telah beroperasi, 30.407 sambungan rumah tangga segera beroperasi dan tahap pembangunan dan rencana pembangunan tahun ini sebanyak 39.849 sambungan rumah tangga.

Wianda Pusponegoro Vice President Communication PT Pertamina (Persero) menyatakan infrastruktur gas di Balikpapan dan Bulungan akan sangat bermanfaat untuk mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan. Menurut dia, pengembangan infrastruktur gas sejalan dengan target pemerintah untuk bauran energi nasional untuk gas bumi sebesar 22% pada 2025.

“Pertamina akan berupaya dengan sebaik-baiknya melaksanakan penugasan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi. Komitmen tinggi dari pemerintah daerah di Balikpapan maupun Bulungan sangat positif untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi guna mendukung upaya konversi BBM ke BBG,” ujar Wianda.

sumber: www.pertamina.com

IEA releases Oil Market Report for June

14 June 2016

Outages in OPEC and non-OPEC countries cut global oil supply by nearly 0.8 mb/d in May. At 95.4 mb/d, output stood 590 kb/d below a year earlier – the first significant drop since early 2013. Non-OPEC supply growth is expected to return in 2017 at a modest 0.2 mb/d, after declining by 0.9 mb/d in 2016, the newly released IEA Oil Market Report  (OMR) for June informs subscribers.

OPEC crude output fell by 110 kb/d in May to 32.61 mb/d as big losses in Nigeria due to oil sector sabotage more than offset higher Middle East output. Iran has clearly emerged as OPEC’s fastest source of supply growth this year, with an anticipated gain of 700 kb/d.

Global oil demand growth in 1Q16 has been revised upwards to 1.6 mb/d and for 2016 growth will now be 1.3 mb/d. In 2017 we will see the same rate of growth and global demand will reach 97.4 mb/d. Non-OECD nations will provide most of the expected gains in both years. The growth rate is slightly above the previous trend, mostly due to relatively low crude oil prices.

Commercial inventories in the OECD increased from March levels by 14.4 mb to stand at 3 065 mb by end-April, an impressive 222 mb above one year earlier. As the US driving season kicks off, OECD gasoline stocks stand above average levels and last year in absolute and days of forward demand terms. There is a similar picture in China.

Refinery runs in 2Q16 are suffering from deepening outages. Throughput is nearly flat year-on-year, as refiners finally catch up with maintenance postponed from 2015. The seasonal ramp-up to 3Q16 is expected to be the largest on record, surging by about 2.3 mb/d quarter-on-quarter.

 

Source : http://www.iea.org/newsroomandevents/news/2016/june/iea-releases-oil-market-report-for-june.html

Japan eyes Yokohama port for first LNG fueling station

TOKYO — The Port of Yokohama could house Japan’s first fueling station for ships using liquefied natural gas under a public-private investment effort aimed at meeting growing interest in the relatively clean fuel.

A committee including officials from Japan’s transport and economy ministries as well as representatives from Tokyo Gas and shipper Nippon Yusen will meet as soon as Thursday to look into the creation of LNG fueling stations, using Yokohama’s port as a model case. Officials from the city and the port’s operator will participate as well.

Tokyo Gas already operates an LNG terminal in Yokohama, while Nippon Yusen has introduced tugboats running on the fuel. The committee will examine the state of the city’s port, as well as the costs, technological needs and market factors involved in the project, to produce an infrastructure development plan as soon as this year. Updating port facilities and purchasing fueling ships alone are seen costing over 10 billion yen ($93.1 million).

The higher cost of building vessels that burn LNG means that only some current container and cruise ships are capable of doing so. Yet the fuel yields environmental benefits compared with traditional heavy oil, releasing few sulfur oxides when burned. Emissions of those compounds already are heavily regulated off the shores of North America and northern Europe. The United Nations’ International Maritime Organization could tighten rules for other oceanic territory as soon as 2020.

Measures to promote liquefied natural gas as a fuel for ships are included in Japan’s plan to develop that market, announced in May at the meeting of Group of Seven energy ministers. The transport ministry anticipates the addition of LNG stations making Japan’s ports more internationally competitive as well.

(Nikkei)

Source : http://asia.nikkei.com/Politics-Economy/Policy-Politics/Japan-eyes-Yokohama-port-for-first-LNG-fueling-station

Peraturan Presiden RI No.40 Tahun 2016 Tentang Penetapan Harga Gas Bumi

Dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional melalui pemanfaatan Gas Bumi serta untuk menjamin efisiensi dan efektifitas pengaliran Gas Bumi, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Menteri ESDM: Potong 10 Persen Setara Penghematan Pembangunan 3.5 GW PLTU

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS NOMOR: 00050.Pers/04/SJI/2016
Tanggal: 15 Mei 2016

MENTERI ESDM: POTONG 10 PERSEN SETARA PENGHEMATAN PEMBANGUNAN 3.5 GW PLTU

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pada hari ini, Minggu (15/5) mengajak masyarakat untuk melakukan “Gerakan Potong 10%” di acara Car Free Day di sepanjang jalan M. H. Thamrin sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Gerakan Potong 10% adalah upaya Pemerintah untuk mensosialisasikan hemat energi yang dimulai dari hal yang paling mudah yaitu dari kehidupan sehari-hari.

“Gerakan ini sebagai sebuah aksi nasional. Target utama gerakan ini  adalah penghematan konsumsi energi hingga 10%. Untuk itu kampanye gerakan ini  akan terus digaungkan antara lain melalui kegiatan pemberian label efisiensi energi, membentuk manajer dan auditor energi, penggunaan lampu hemat energi, mengoptimalkan peran perusahaan jasa energi, menggerakan Penggerak Energi Tanah Air (PETA) ke seluruh wilayah tanah air, dan mendorong efisiensi energi ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Kampanye hemat energi  mencakup 11 provinsi dan 20 kota yang merupakan konsumen listrik terbesar” tutur Menteri ESDM.

Kampanye publik dilakukan serentak di 20 kota besar yakni Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Cilegon, Bandung, DIY, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Balikpapan.

Kebutuhan untuk melakukan konservasi energi sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global saat ini yang menempatkan penghematan energi sebagai sumber energi pertama dan diikuti oleh energi sumber terbarukan, minyak bumi, gas bumi dan batubara. Konservasi energi lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan memproduksi energi, dengan menghemat 1 kWh lebih mudah dibandingkan memproduksi 1kWh.

Potong 10 persen setara penghematan pembangunan 3.5 GW PLTU. Berdasarkan data statistik PLN 2014 total energi yang terjual adalah sekitar 200 TWh, 93% (187.175 Gwh) dari energi tersebut berasal dari sektor rumah tangga, industri dan bisnis.

“Di samping penerapan dalam kehidupan sehari-hari, pemerintah juga mendorong penerapan konservasi dan efisiensi energi di sektor industri, bangunan atau gedung juga fasilitas publik yaitu melalui penerbitan Peraturan Menteri ESDM tentang Energi Service Company (ESCO), sebuah kemitraan antara Pemerintah dengan perusahaan penggerak sektor industri dan komersial untuk merealisasikan secara nyata aksi-aksi konservasi energi”, ujar Menteri ESDM.

Gerakan konservasi energi ini sudah dilaksanakan di berbagai negara, salah satunya di kota Cambridge, Inggris dan Singapura. Cambridge: A City of Cycling atau Kota Ramah Sepeda. Cambridge Cycling Campaign adalah salah satu perwujudan dari budaya yang sudah turun temurun ini. Ini merupakan organisasi amal yang didirikan di 1995 yang bertujuan untuk menjaga budaya bersepeda. Organisasi ini merupakan organisasi dengan jumlah anggota terbanyak di Cambridge yang berjumlah sekitar 1.200 anggota.

Clean and Green Singapore merupakan salah satu program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan gaya hidup bersih dan ramah lingkungan. Program ini diterapkan dengan tiga pilar, yaitu: clean environment, city of gardens and water, serta energy efficiency and resource conservation. Youth for Environment Day adalah salah satu program untuk mensukseskan Clean and Green Singapore, yang melibatkan partisipasi dari generasi muda dalam menuangkan ide dan pemikiran dalam mengembangkan dan menciptakan lingkungan bersih yang berkelanjutan dengan berfokus pada pemanfaatan sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan.

“Tidak ada kata terlambat untuk kita mulai di Negeri yang kita cintai ini, sebuah gerakan hemat energi yang kita harapkan dapat menjadi budaya, menjadi gaya hidup bagi setiap individu kita, demi pembangunan Indonesia yang lebih baik, bersih dan merata”, tegas Menteri ESDM.

 Kepala Pusat Komunikasi Publik,

Sujatmiko

sumber : http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/8454-menteri-esdm-potong-10-persen-setara-penghematan-pembangunan-35-gw-pltu.html