Japan eyes Yokohama port for first LNG fueling station

TOKYO — The Port of Yokohama could house Japan’s first fueling station for ships using liquefied natural gas under a public-private investment effort aimed at meeting growing interest in the relatively clean fuel.

A committee including officials from Japan’s transport and economy ministries as well as representatives from Tokyo Gas and shipper Nippon Yusen will meet as soon as Thursday to look into the creation of LNG fueling stations, using Yokohama’s port as a model case. Officials from the city and the port’s operator will participate as well.

Tokyo Gas already operates an LNG terminal in Yokohama, while Nippon Yusen has introduced tugboats running on the fuel. The committee will examine the state of the city’s port, as well as the costs, technological needs and market factors involved in the project, to produce an infrastructure development plan as soon as this year. Updating port facilities and purchasing fueling ships alone are seen costing over 10 billion yen ($93.1 million).

The higher cost of building vessels that burn LNG means that only some current container and cruise ships are capable of doing so. Yet the fuel yields environmental benefits compared with traditional heavy oil, releasing few sulfur oxides when burned. Emissions of those compounds already are heavily regulated off the shores of North America and northern Europe. The United Nations’ International Maritime Organization could tighten rules for other oceanic territory as soon as 2020.

Measures to promote liquefied natural gas as a fuel for ships are included in Japan’s plan to develop that market, announced in May at the meeting of Group of Seven energy ministers. The transport ministry anticipates the addition of LNG stations making Japan’s ports more internationally competitive as well.

(Nikkei)

Source : http://asia.nikkei.com/Politics-Economy/Policy-Politics/Japan-eyes-Yokohama-port-for-first-LNG-fueling-station

Peraturan Presiden RI No.40 Tahun 2016 Tentang Penetapan Harga Gas Bumi

Dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional melalui pemanfaatan Gas Bumi serta untuk menjamin efisiensi dan efektifitas pengaliran Gas Bumi, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Menteri ESDM: Potong 10 Persen Setara Penghematan Pembangunan 3.5 GW PLTU

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS NOMOR: 00050.Pers/04/SJI/2016
Tanggal: 15 Mei 2016

MENTERI ESDM: POTONG 10 PERSEN SETARA PENGHEMATAN PEMBANGUNAN 3.5 GW PLTU

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pada hari ini, Minggu (15/5) mengajak masyarakat untuk melakukan “Gerakan Potong 10%” di acara Car Free Day di sepanjang jalan M. H. Thamrin sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Gerakan Potong 10% adalah upaya Pemerintah untuk mensosialisasikan hemat energi yang dimulai dari hal yang paling mudah yaitu dari kehidupan sehari-hari.

“Gerakan ini sebagai sebuah aksi nasional. Target utama gerakan ini  adalah penghematan konsumsi energi hingga 10%. Untuk itu kampanye gerakan ini  akan terus digaungkan antara lain melalui kegiatan pemberian label efisiensi energi, membentuk manajer dan auditor energi, penggunaan lampu hemat energi, mengoptimalkan peran perusahaan jasa energi, menggerakan Penggerak Energi Tanah Air (PETA) ke seluruh wilayah tanah air, dan mendorong efisiensi energi ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Kampanye hemat energi  mencakup 11 provinsi dan 20 kota yang merupakan konsumen listrik terbesar” tutur Menteri ESDM.

Kampanye publik dilakukan serentak di 20 kota besar yakni Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Cilegon, Bandung, DIY, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Balikpapan.

Kebutuhan untuk melakukan konservasi energi sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global saat ini yang menempatkan penghematan energi sebagai sumber energi pertama dan diikuti oleh energi sumber terbarukan, minyak bumi, gas bumi dan batubara. Konservasi energi lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan memproduksi energi, dengan menghemat 1 kWh lebih mudah dibandingkan memproduksi 1kWh.

Potong 10 persen setara penghematan pembangunan 3.5 GW PLTU. Berdasarkan data statistik PLN 2014 total energi yang terjual adalah sekitar 200 TWh, 93% (187.175 Gwh) dari energi tersebut berasal dari sektor rumah tangga, industri dan bisnis.

“Di samping penerapan dalam kehidupan sehari-hari, pemerintah juga mendorong penerapan konservasi dan efisiensi energi di sektor industri, bangunan atau gedung juga fasilitas publik yaitu melalui penerbitan Peraturan Menteri ESDM tentang Energi Service Company (ESCO), sebuah kemitraan antara Pemerintah dengan perusahaan penggerak sektor industri dan komersial untuk merealisasikan secara nyata aksi-aksi konservasi energi”, ujar Menteri ESDM.

Gerakan konservasi energi ini sudah dilaksanakan di berbagai negara, salah satunya di kota Cambridge, Inggris dan Singapura. Cambridge: A City of Cycling atau Kota Ramah Sepeda. Cambridge Cycling Campaign adalah salah satu perwujudan dari budaya yang sudah turun temurun ini. Ini merupakan organisasi amal yang didirikan di 1995 yang bertujuan untuk menjaga budaya bersepeda. Organisasi ini merupakan organisasi dengan jumlah anggota terbanyak di Cambridge yang berjumlah sekitar 1.200 anggota.

Clean and Green Singapore merupakan salah satu program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan gaya hidup bersih dan ramah lingkungan. Program ini diterapkan dengan tiga pilar, yaitu: clean environment, city of gardens and water, serta energy efficiency and resource conservation. Youth for Environment Day adalah salah satu program untuk mensukseskan Clean and Green Singapore, yang melibatkan partisipasi dari generasi muda dalam menuangkan ide dan pemikiran dalam mengembangkan dan menciptakan lingkungan bersih yang berkelanjutan dengan berfokus pada pemanfaatan sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan.

“Tidak ada kata terlambat untuk kita mulai di Negeri yang kita cintai ini, sebuah gerakan hemat energi yang kita harapkan dapat menjadi budaya, menjadi gaya hidup bagi setiap individu kita, demi pembangunan Indonesia yang lebih baik, bersih dan merata”, tegas Menteri ESDM.

 Kepala Pusat Komunikasi Publik,

Sujatmiko

sumber : http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/8454-menteri-esdm-potong-10-persen-setara-penghematan-pembangunan-35-gw-pltu.html

Pertamina Raih Nilai Tambah US$481 Juta pada Kuartal I melalui BTP New Initiatives

JAKARTA – PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi,  meraih nilai tambah hingga US$ 481 juta atau sekitar Rp 6,39 triliun sepanjang kuartal I 2016 melalui Breakthrough Project 2(BTP) New Initiatives atau diatas target yang ditetapkan sebelumnya sebesar US$411 juta.

“Proyeksi kami hingga akhir 2016, value added yang bisa diberikan ke Pertamina mencapai US$1,64 miliar,” ujar Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina di Jakarta, Minggu (15/5).
ives terdiri dari Sentralisasi Pengadaan (nonhidrokarbon), Perubahan Proses Pengadaan Crude dan Produk, Pembenahan Tata Kelola Arus Minyak, Optimalisasi Aset Penunjang Usaha, dan Corporate Cash Management.
Pada kuartal I, nilai tambah dari BTP New Initiatives berasal dari sentralisasi procurement non hydro sebesar US$105 juta atau diatas target yang  ditetapkan US$100 juta, efisiensi pengadaan hydrrool out PTKAM 0.2 sebesar US$63,42 juta atau diatas target UU$25 juta operation excelle)MORE) US$30,65 juta, inisitiatif efisiensi hulu US$217 juta diatas target yang ditetapkan sebesar US$ 192,7 juta  dan inisiatif efisiensi direktorat sebesar US$43 juta.

Sepanjang tahun lalu, Pertamina mencatatkan realisasi pencapaian BTP New Initiatives sebesar US$608,41 juta atau 21,68% di atas target awal sebesar US$ 500,42 juta.

 

Transformasi ISC

Salah satu inisiatif baru adalah transformasi pengadaan minyak mentah dan produk minyak oleh Interated Supply Chain (ISC). Saat ini ISC sudah pada tahap 2.0, yakni membentuk sistem pengadaan sistematis, sehingga tender bisa diakses melalui web Pertamina. Perseroan juga mengundang peserta tender hingga di atas 100 peserta.
Selain itu, lanjut Wianda, banyak harga yang ditawarkan sehingga Pertamina harus mengambil the best economic value.  “Jadi kami tidak hanya memilih harga terendah, tapi juga memperhatikan jenis crude yang mana yang paling efisien saat dikelola di kilang Pertamina,” ungkap Wianda.

Pertamina, kata dia, juga terus melakukan pengadaan dari berbagai macam sumber,  tidak hanya di negara tertentu karena dari situ perseroan bisa mendapatkan penawaran harga yang beragam.

Transformasi ISC telah melahirkan tiga tahapan penting atau dikenal dengan Fase 1.0 atau fase Quick Win, Fase 2.0 atau fase World Class ISC, dan Fase 3.0 di mana ISC akan menjadi Talent Engine. Dari Fase 1.0, ISC telah terbukti memberikan kontribusi nyata bagi kinerja Pertamina secara keseluruhan dengan dihasilkannya efisiensi sebesar US$208,1 juta sepanjang tahun lalu.

Untuk Fase 2.0, terdapat enam inisiatif yang dikembangkan, yaitu pengadaan minyak mentah berdasarkan nilai keekonomian yang dilihat dari hasil produksi, penambahan list minyak mentah yang bernilai ekonomis tinggi yang dapat diolah di Kilang Pertamina, dan kebijakan pengadaan minyak mentah secara berjangka (6 bulan) dengan melakukan pra seleksi untuk minyak mentah yang bernilai ekonomis tinggi.

Inisiatif lainnya adalah negosiasi peningkatan volume minyak mentah domestik yang disuplai kepada  Pertamina oleh KKKS, optimasi pengolahan minyak untuk  mendapatkan margin terbaik, serta penyederhanaan syarat & ketentuan (GT&C) dalam pengadaan minyak mentah di RU VI Balongan sesuai dengan standar internasional.

Selain inisiatif-insiatif tersebut, ISC juga akan melakukan sejumlah langkah terobosan yang akan dilakukan sepanjang 2016. Langkah-langkah terobosan tersebut, meliputi pembelian hydrocarbon, baik minyak mentah, kondensate dan LPG yang bersumber dari Iran, Crude Processing Deal untuk minyak Basrah Light Crude, langkah lanjutan reformasi proses pengadaan minyak mentah & produk di Pertamina, maksimalisasi pembelian minyak mentah domestik untuk Kilang Pertamina, dan BTP Implementasi HPS keekonomian dalam pengadaan minyak mentah.

 

sumber : www.pertamina.com

New IGU Case Studies report – Enabling Clean Energies

IGU is pleased to present the second in its series of “Case Study” reports, which presents case studies of how natural gas supports and enables the greater deployment of clean energies.

“Case Studies, Enabling Clean Energies” was submitted to the 2016 G20 Energy and Sustainability Working Group (ESWG) at its meeting in Shenzhen, China, 12-14 April.

Download the full report here.

casestudies