Jonan Apresiasi Kinerja PT Badak LNG

 

Minggu, 2 Desember 2018

BONTANG – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi kinerja PT Badak LNG, Bontang, Kalimantan Timur. Apresiasi diberikan Menteri Jonan setelah melakukan kunjungan langsung ke fasilitas produksi PT Badak LNG, Sabtu (1/12). PT Badak LNG masih dapat mempertahankan performa yang baik setelah 45 tahun beroperasi sebagai bagian dari perusahaan minyak dan gas (migas) dunia. Produksi LNG di Badak paling efisien di dunia, yakni hanya sebesar 31 sen per MMBTU sedangkan di dunia sekitar 50 sen per MMBTU.

“Saya berkunjung ke PT Badak LNG ini pertama kali, dan kesan saya fasilitas yang dibangun 45 tahun yang lalu ini masih terawat dengan baik, itu menggambarkan bahwa safety standard masih sama dengan apa yang dulu dibangun yaitu sesuai dengan standard keselamatan yang digunakan seluruh kegiatan industri migas diseluruh dunia,” ujar Jonan.

Jonan menambahkan, hal yang membanggakan lainya adalah semangat orang-orang yang bekerja di PT Badak LNG juga bagus, fasilitas produksi dan semua fasilitas pendukungan terawat dengan baik dan post testnya juga masih modern. Selain itu, efisiensi biaya operasi secara keseluruhan di Badak itu salah satu yang paling efisien di dunia.

PT Badak Natural Gas Liquefaction atau lebih dikenal dengan PT Badak NGL adalah perusahaan pengolah gas alam cair terbesar di Indonesia dan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia. Perusahaan ini berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, dan memiliki 8 process train (A – H) yang mampu menghasilkan 22,5 Mtpa LNG (juta metrik ton LNG per tahun). PT Badak NGL merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi Kota Bontang maupun Indonesia. PT Badak NGL juga merupakan salah satu kilang LNG di Indonesia selain Arun NGL, Donggi Senoro LNG, dan Tangguh LNG

Karena kekurangan pasokan gas, saat ini dari 8 fasilitas produksi LNG (train) PT Badak NGL yang berproduksi hanya 3 train. Pemerintah akan mengupayakan tambahan pasokan gas setelah beberapa blok gas bumi beroperasi, seperti Blok Marakesh dan Blok Makassar Stairt.

“Fasilitas produksi LNG PT Badak yang berjumlah 8 train sekarang yang digunakan 3 train akan dioptimalkan kembali nanti setelah blok marakesh sudah on stream atau sudah memproduksi gas. Juga kedepannya segera itu Makassar Strait menghasilkan gas itu mudah-mudahan produksi LNG Badak dapat kembali optimal 4 hingga lima train,” pungkas Jonan.

Pemerintah jelas Jonan, sudah setuju untuk memulai dibuat plan of development yang pertama di wilayah kerja marakesh sehingga harapannya awal 2021 bisa memproduksi gas sehingga bisa menggunakan fasilitas produksi LNG Badak, setelah itu baru Makassar Strait tahun 2022.

Penulis : Safii

 

Sumber : https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/jonan-apresiasi-kinerja-pt-badak-lng

ESDM Pastikan Proyek Jargas Diselesaikan Tepat Waktu

26 November 2018, Editor Anovianti Muharti

MigasReview, Samarinda – Pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga semakin gencar dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Proyek energi alternatif yang lebih efisien dan efektif bagi rumah tangga ini telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan salah satunya yang tengah dibangun di Kota Samarinda.

 

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, menugaskan PT Pertamina (persero) untuk membangun Jargas Kota Samarinda di Kelurahan Sambutan dan Sungai, Kecamatan Sambutan. Dengan alokasi gas 0,2 MMSCFD (juta meter kubik) yang berasal dari PT Pertamina EP, disiapkan guna memasok 4.500 sambungan rumah tangga (SR).

Guna memastikan keberlangsungan proyek tersebut, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto secara khusus terjun langsung memastikan percepatan penyelesaian proyek jargas yang ditugaskan ke PT Pertamina (Persero) tepat waktu.

 

“Dengan adanya jargas di Kota Samarinda, pemerintah berharap warga dapat memanfaatkannya secara maksimal. Baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk memulai bisnis kuliner,” ujar Djokomigas.esdm.go.id.

Pemerintah setiap tahunnya akan terus menambah pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat mendapatkan manfaat dari jargas ini.

“Dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya program pembangunan jaringan gas. Prioritasnya bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan penghematan,” jelas Djoko.

 

Sejak tahun 2009 hingga tahun 2017, Pemerintah telah membangun 236.046 sambungan rumah tangga jargas di 31 kabupaten/kota. Pada tahun ini, Pemerintah akan membangun jargas sebanyak 89.664 sambungan di 18 kabupaten/kota.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyatakan, kegembiraannya atas hadirnya infrastruktur Jargas yang dibangun pemerintah melalui APBN bagi warganya.

“Jargas sangat membantu warga samarinda untuk mendapatkan energi alternatif yang bersih, murah, aman dan pasti supply-nya aman. Karena jargas tersedia 24 jam,” ungkap Syaharie.

Jargas Kota Samarinda dibangun menggunakan APBN dan dilaksanakan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina, sebagai penanggung jawab proyek. Adapun nanti yang mengoperasikan adalah PT Pertagas Niaga. Pertagas tidak bekerja sendiri, PT Patra Badak Arun Solution (PBAS) dan PT Pertamina Training & Consulting (PTC) juga berperan sebagai kontraktor pelaksana dan tim teknis.

 

“Sinergi seperti ini menunjukkan komitmen kuat Pertamina Group untuk menyukseskan dan mendukung program pemerintah. Kami targetkan tahun ini seluruh pekerjaan selesai semua,” jelas Direktur Operasi Pertagas Achmad Herry Syarifuddin.

 

Dalam sistem pembayaran, menurut Achmad Herry, Jargas Kota Samarinda sudah menggunakan sistem pra-bayar, teknologi yang sama digunakan pada telepon genggam dan listrik. Dengan tarif sebesar Rp 4.400/kubik untuk Rumah Tangga golongan I/ Pelanggan Kecil I dan Rp 6.200/kubik untuk Rumah Tangga golongan II (mewah) tentunya harganya sangat terjangkau bagi masyarakat.

 

Sumber: http://www.migasreview.com/post/1543209983/esdm-pastikan-proyek-jargas-diselesaikan-tepat-waktu.html

LNG 2019 Conference

The 19th International Conference & Exhibition on Liquefied Natural Gas (LNG2019) is presented by the International Gas Union (IGU), Gas Technology Institute (GTI) and the International Institute of Refrigeration (IIR) – the only LNG event owned by the industry, run for the industry.

Supported by the Shanghai Municipal People’s Government and hosted by China LNG Association, China Gas Society, The Chinese Association of Refrigeration and China Gas Association, it will be the biggest LNG event ever held in China, the world’s fastest growing LNG market.

China overtook South Korea as the world’s second-largest LNG importer in 2017 with imports of 38 million tonnes, 46 percent higher than the previous year. Shanghai provides the perfect backdrop to host over 11,000 attendees next April – don’t miss this unique opportunity to meet thousands of LNG professionals from all over the world to NETWORK, LEARN and DO BUSINESS with the entire spectrum of the LNG industry.

View the exceptional Plenary Programme here and look out for more speaker announcements coming soon.

more info: https://www.lng2019.com/

 

Gas Industrial Gathering


 

 

 

THE REPUBLIC OF KOREA ASSUMES PRESIDENCY OF THE INTERNATIONAL GAS UNION

Prof Joo-Myung (Joe) Kang of the Republic of Korea was officially named President of the IGU at the 27th World Gas Conference in Washington, D.C., taking over from David Carroll of the United States.

“The Republic of Korea assumes the Presidency of an organization and an industry that is as strong as it has ever been,” said Joo-Myung, the new IGU President. “Under our leadership, the industry will build on the great work that has already been done under the USA and prior presidencies and intensify our collective efforts in advancing the role of natural gas in a sustainable energy future.”

The next instalment of the WGC will take place in Korea in 2021, where the theme will be ‘‘A Sustainable Future – Powered by Gas’’.

 

source: https://www.igu.org/the-case-of-natural-gas/republic-korea-assumes-presidency-international-gas-union